Click here to edit title

"

EleveNews

Dewan Pers Menetapkan IISIP Sebagai Penguji Standar Kompetensi Wartawan

Posted by himajuriisip on March 5, 2013 at 1:00 PM

18 Desember 2012


Kampus tercinta Institut Ilmu Sosial danIlmu Politik  (IISIP) Jakarta siap untukmenguji Standar Kompetensi Wartawan (SKW), setelah di percaya menjadi satu dari tiga perguruan tinggi di Jakartaoleh Dewan Pers.

JAKARTA- KetuaDewan Pers Prof. Dr. Bagir Manan menyerahkan sertifikat lembaga pengujikompetensi wartawan yang bertepatan dengan acara peringatan kelahiran (DiesNatalies) IISIP Jakarta  di AuditoriumKampus Tercinta, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa 18 Desember 2012.

Dalam acaratersebut Ketua Komisi Hukum dan Perundang-Undangan Dewan Pers, Wina Armada Sukardimenyebutkan, ada empat lembaga yang dapat menguji kompetensi wartawan Indonesia"Pertama organisasi wartawan, kedua perusahaan pers, ketiga lembaga pendidikandan pelatihan wartawan, dan Perguruan Tinggi," ujarnya.

Penetapan IISIPJakarta sebagai lembaga penguji kompetensi wartawan  melalui berbagai tahapan, pertama melaluiverifikasi pada 5 Desember 2012, setelah di verifikasi Dewan Pers memutuskanIISIP siap untuk menjadi lembaga penguji kompetensi wartawan pada 13 Desember2012.

"IISIPJakarta merupakan perguruan tinggi kedua setelah Universitas Indonesia (UI)yang menjadi lembaga penguji kompetensi wartawan Indonesia. Harinya sama, hanyabeda beberapa jam saja," papar Wina.

Winamenjelaskan, salah satu kriteria selain syarat-syarat formal adalah tradisipanjang mengenai bidang jurnalistik di perguruan tinggi tersebut. "Adaperguruan tinggi lain yang secara kurikulum (akademik) jurnalistiknya sudahsesuai standarisasi yang ditetapkan. Namun, ketika dilihat tradisi civitasacademikanya di bidang jurnalistik ternyata masih kurang," ungkapnya.

Rektor IISIP Dr.Ir. Maslina W. Hutasuhut menyatakan terima kasihnya atas kepercayaan yangdiberikan Dewan Pers dengan menunjuk IISIP sebagai  Lembaga  Penguji  Kompetensi  Wartawan Indonesia.

Dia menuturkan untukmencetak mahasiswa yang kelak menjadi jurnalis mumpuni bukanlah hal mudah."Mendidik mahasiswa menjadi wartawan yang unggul bukan perkara mudah.Tidak hanya dari segi kemampuan atau kompetensi sebagai wartawan tapi jugaetika," tuturnya.

Setelah IISIPdipercaya menjadi Lembaga Penguji Kompetensi Wartawan , Maslina berharap paraDosen yang terpilih sebagai penguji mampu menjalankan amanah dengan baik dan bertanggungjawab. Pihakkampus telah menunjuk saya juga dua orang, diantaranya Gantyo Koespradono(Media Indonesia) dan Dedet Rohullah Bur sebagai penguji . “Sebuah kepercayaan  yang menurut saya,layak untuk dihargai dan dipertanggung jawabkan” ungkapnya.

Kami telahberkomitmen untuk tegas dan  tidakmengecewakan Dewan Pers yang telah memberikan amanah kepada kami dalammelakukan uji kompetensi wartawan Indonesia. “Kami tidak ingin IISIP sebagailembaga stempel yang memberikan sertifikat yang menyatakan seorang wartawantelah teruji kompetensinya dengan mudah, kalau memang belum kompeten maka tidakakan meluluskan” urainya

 

GantyoKoespradono salah satu dosen penguji menuliskan pada blognya,pers telah menjadi industri dan informasi yang terbuka lebar. Praktis tanpabatas. Siapa pun bisa dengan gampang mengklaim dirinya sebagai wartawan atau pewartatatkala yang bersangkutan telah bekerja di perusahaan yang memproduksi beritadan informasi

“Puntak bisa dipungkiri stigma wartawan sebagai ‘pahlawan’ kebebasan kebebasanmasih begitu kuat di masyarakat dan tak urung membuat para pekerja pers,terutama wartawan menjadi sombong dan kemudian ‘memproklamasikan’ kebebasanyang dimilikinya tanpa batas” tulis Gantyo pada blognya.

 

Pada kesempatanini (acara) Prof. Dr. Bagair Manan juga memberikan kuliah pakar tamu yang dihadiri mahasiswa IISIP Jakarta.

(CRK)

Sumber: Blog Pak Gantyo

 


 

Categories: Bedah Kampus

Post a Comment

Oops!

Oops, you forgot something.

Oops!

The words you entered did not match the given text. Please try again.

Already a member? Sign In

0 Comments