Click here to edit title

"

EleveNews

Tombak Penggali Batu KuningPuncak Welirang

Posted by himajuriisip on March 5, 2013 at 12:50 PM

 

Hanya berbekal linggis, karung, dan gerobak mini tidak membuat para petani belerang di Kabupaten Pasuruan, Tretes, Jawa Timur lantasmenyerah. Demi menghidupi keluarga, mereka rela mengorbankan nyawa, menembus kepulan asap tebal yang dimuntahkan si penguasa dataran alam Welirang.

Dimulai dengan gubuk mungil dan sederhana yang berada di pos pondokan, para petani ini satu persatu bergegas meninggalkan gubuk hangat mereka, tanjakan terjal di disertai debupun sudah siap menghadang setiap ayunan langkah kaki kecil mereka.

Kurang lebih 20-30 orang petani setiap harinya datang untuk mengambil bongkahan belerang di atap Welirang. Hanya dengan memakai penutup mulut sederhana para petani ini berjuang.

Sularno (50) merupakan salahsatu dari beberapa petani yang mencari penghasilan di puncak Gunung Welirang.

Kurang lebih 30 kawah yangaktif siap menyambut Sularno, kilauan batu kuning tujuannya.

Kepulan asap pekat sudah menjadi makanan sehari-hari baginya, walaupun kondisinya sudah lanjut Sularno tetap gigih tak kalah dengan para petani yang masih muda.

Dengan mata linggis yang tajamia memecah satu persatu belerang dan mengumpulkannya ke dalam karung, setelah terkumpul rapi, dengan gerobak sederhananya ia membawa turun hasil galiannya, kurang lebih 50-70 kilogram belerang dibawa turun menuju pos pondokan untuk ditimbang dan siap untuk di jual.

Hampir setiap hari Sularno melakukan pekerjaannya, jauh dari keluarga mengharuskan mereka membawa perbekalan makanan guna mencukupi kebutuhan mereka selama 5 hari di pondokan,"saya membawa perbekalan yang cukup selama 5 hari, tapi jika perbekalansaya kurang, saya akan turun lagi untuk mengambil bekal". Ujar Sularno kepada wartawan Mata Angin disela-sela iya beristrahat di pondokan.

Dalam satu minggu para petaniini mampu mendapatkan uang 300-450 ribu rupiah, dengan penghasilan ini Sularnodapat membiayai keliama anak dan istrinya, "saya sangat bersyukur akannikmat tuhan yang di berikan kepada keluarga saya", ujar nya.

Para penambang di puncak  Gunung Welirang ini sudah ada sejak zaman VOCBelanda, dan turun temurun menjadi mata pencarian masyarakat. "Pekerjaanini merupakan peninggalan dari orang tua kami, dan akan kami turunkan ke padaanak dan cucu kami". Tambah Sularno

(CRK)

Categories: Pelesir

Post a Comment

Oops!

Oops, you forgot something.

Oops!

The words you entered did not match the given text. Please try again.

Already a member? Sign In

0 Comments