Click here to edit title

"

EleveNews

view:  full / summary

Ini 6 Cara untuk Menaikan Indeks Prestasimu

Posted by himajuriisip on April 21, 2016 at 10:55 AM Comments comments (0)


 

Kuliah, apa yang kau cari? pacar, ilmu atau nilai Indeks Prestasi (IP)?

 

Sebut saja si A. saat memasuki gerbang perkuliahan berfikir keras bagaimana caranya mendapat ip besar, Disisi lain si B mengatakan memperoleh nilai “A” kuliah tidak menjamin sukses di masa depan. Garis sukses seseorang tidak di ukur dari berapa ip yang dia capai. bisa saja saat lulus nanti kita tidak bekerja di bidang jurusan kuliah kita atau menjadi seorang wirausahawan.

 

Himajurers, setiap orang mempunyai tujuan sendiri apa yang ingin ia dapatkan ketika kuliah. Namun meraih Ip tinggi juga menjadi faktor penting. Contohnya saja kita memiliki kesempatan besar dalam peluang karir, Mempermudah penilaian diri jika seseorang mampu menerima pelajaran dengan baik atau tidak.

 

Nilai A adalah sebuah simbol bagaimana kita menguasai ilmu yang dipalajari, karena fase penting dari kuliah adalah belajar (menuntut ilmu) dan mencari pengalaman sebanyak-banyaknya. jika kita mau kita pasti bisa mengubah nilai IP dari C ke B atau bahkan dari C ke A. Kuncinya hanya disiplin dan efisien saat belajar.

 

Kali ini, Reporter Himajur mewawancarai beberapa mahasiswa IISIP Jakarta bagaimana cara mendapatkan nilai yang besar.

 

Namanya Viena Ananda, kuliah jurusan Hubungan Masyarakat ini mengatakan memperoleh cumlaude sebenarnya tidak sulit, yang terpenting niat untuk kuliah adalah menuntut ilmu bukan mencari IP tinggi, berikut tips-tipsnya:

 

1. Kenali diri.

Dengan mengenali diri sendiri tentu kita akan tahu apa yang kita cari dikampus., apa yang kita butuhkan dan apa goals yang harus kita raih.

 

2. Tekun

Tekunlah pada apa yang ingin kamu raih, buat list perencanaan agar kita tidak keluar jalur dari tujuan kita saat kuliah. Saat kita sudah menemukan apa yg ada di diri kita, tekunilah. Pasti satu persatu akan terwujud pada waktunya kalau kita konsisten dan tekun pada tujuan awal kita

 

3. Deadliners

Deadline membuat otak bekerja lebih ekstrem dari biasanya, membuat kita terpacu menggali sesuatu lebih rinci dan membuat sesuatu yang biasa jadi terasa berbeda. Namun tidak semua orang bisa menjadi deadliner, maka dari itu back to first, kenali diri anda sendiri.

 

4. Harus Berpikiran Positif

Sesuatu yang tujuanya baik tentu harus diimbangi dengan pikiran positif, jika pikiran positif maka banyak hal- hal positif yang bisa kita lakukan misalnya belajar.

5. Jangan Mudah Percaya dengan Perkataan Orang Lain

Terkadang perkataan orang lain membawa kita pada sugesti buruk tanpa kita sadari, kuncinya jangan telalu percaya sama orang lain kalau kita bisa mengenali diri sendiri dan pikiran kita positif apapun bisa kita lakukan kok

 

6. Niat Utama dapat Ilmu

Faktor yang paling penting ialah niat dapat ilmu, apabila niat kita kuliah itu untuk dapat ilmu, maka kita pasti sadar akan apa yang harus raih, apa dan bagaimana cara untuk meraihnya.

 

Disamping itu, Nanda mahasiswi Manajemen Komunikasi ini mengatakan kunci utama kita optimis. Kalau mendapatkan IP yang tinggi, diimbangi dengan belajar yang konsisten alias tidak bermalas-malasan, tidak bolos kuliah kecuali situasi yang mendesak. Menurutnya, jika ketika kita malas, Seribu orang diluar sana sedang bersaing untuk mendapatkan ilmu yang banyak. Jangan pernah lelah dan menyerah karna hasil tidak akan pernah menghianati prosesnya.

 

Harapan mahasiswi angkatan 2015 ini, tips tips yang dijelaskan hanya beberapa cara untuk membantu meningkatkan IP, saling berdoa untuk tidak lupa berdoa karna doa akan mempermudah usaha seseorang.(dian fitriani)

Reportase Jurnalistik Kartini dalam Tembok Pingitan

Posted by himajuriisip on April 21, 2016 at 10:50 AM Comments comments (0)


 

 

Kartini, bersama kedua adiknya, Roekmini dan Kardinah, melewati masa pingitan dengan terus memikirkan pembebasan kaum perempuan. Segala kabar dan perkembangan dunia kerap ia baca dari surat kabar dan buku-buku sang kakak, Raden Mas Panji Sosrokartono. Dalam tembok ruang pingitan itu pula bakat menulis Kartini terasah. Dari surat untuk tokoh Belanda hingga tulisan reportase jurnalistik.

 

Tulisan pertama jurnalistik Kartini mengenai upacara perkawinan suku Koja di Jepara. Lewat tulisannya, Kartini mendeskripsikan tradisi brinei mempelai perempuan di malam sebelun pernikahan yakni mewarnai kuku jari dengan tumbukan halus daun pacar atau inai. Kartini juga menjelaskan secara detail pakaian pengantin, suasana selamatan, sampai ajuran-upacara saling menyuap nasi kuning.

 

Dikutip dari majalah Tempo edisi April 2014, sejarawan Didi Kwartanada menyebut bahwa artikel perkawinan di Pekojan yang ditulis Kartini merupakan karya tulis luar biasa. Bukan hanya wartawan pertama, Kartini pun menjadi antropolog pertama Indonesia.

 

Karangan Kartini yang berjudul "Perkawinan Itu di Koja" tersebut dipublikasikan dalam Jurnal Humaniora dan Ilmu Pengetahuan Sosial Asia Tenggara dan Oseania. Tulisan tersebut dibuat Kartini saat usianya masih 16 tahun. Meski begitu, Kartini justru mencantumkan nama ayahnya, Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, sebagai penulis. Hal itu sengaja dilakukan demi alasan keamanan.

 

Pramoedia Ananta Toer dalam bukunya Panggil Aku Kartini Saja menyebutkanKartini juga menuliskan perkawinan dikalangan pembesar pribumi. Tulisan tersebut nampaknya hasil reportase dari perkawinan Kardinah, adiknya.

 

Dalam buku "Kartini: Surat-surat Kepada Ny R.M Abendanon dan Suaminya" karya Sulastrin Sutrisno, Kartini bercerita A.G. Boes, Direktur Sekolah Pelatihan Calon Kepala Bumi Putera Probolinggo, mengirimkan daftar topik yang harus ia kupas, salah satunya tentang pengajaran bumi putra untuk anak-anak perempuan.

 

Kartini nampak berbeda dengan pahlawan Indonesia lain. Meski tidak ikut angkat senjata untuk mengusir penjajah, namun dirinya tetap abadi meski seabad lebih dirinya telah pergi. Ia mengabadikan dirinya untuk generasi selanjutnya melalui tulisan, hal tersebut yang menjadi nilai lain bagi Kartini di antara kebanyakan pahlawan. (lilis Varwati)

Perjuangan Kartini Kendeng, Habis Gelap (semoga) Terbitlah Pelangi

Posted by himajuriisip on April 21, 2016 at 10:50 AM Comments comments (0)


Oleh: Siska Permata Sari

 

Mengingat perjuangan perempuan, seharusnya bukan hanya hari ini saja, saat tanggal lahir Raden Ajeng Kartini yang kerap dikait-kaitkan dengan bangkitnya emansipasi di Indonesia. Jika Kartini yang pada abad 19 berjuang untuk pendidikan bagi perempuan, di era reformasi sembilan kartini bersikeras mempertahankan tanah mereka demi hidup yang tidak ingin semakin kurang layak.

Belum lama ini, pada Selasa(12/4) siang, Sembilan Kartini Kendeng, yakni Sukinah, Karsupi, Sutini, Surani, Murtini, Giyem, Ngadinah, Rifambarwati, Deni Y, menggelar aksi Pasung Semen. Mereka berjuang bukan hanya untuk diri sendiri dan hak-haknya sebagai perempuan, tetapi demi anak dan cucunya kelak. Melawan raksasa korporasi yang mulutnya tengah terbuka hendak melahap tanah mereka. Sawah mereka. Air bersih mereka. Penghidupan mereka. Rata-rata mereka adalah ibu-ibu petani dari Kendeng yang melawan pembangunan pabrik semen.

 

Seperti Kartini yang tak kunjung kehilangan asa meski terpaksa putus sekolah, terpaksa dipingit selama enam tahun, terpaksa menikah muda dengan lelaki yang tak dikenalnya, dan terpaksa menjadi istri kedua dari pernikahannya. Para kartini Kendeng pun terus berjuang walau harus berjalan kaki 122 km, menjemput keadilan dari Pati ke Semarang membawa hasil bumi dan memakai simbol topi caping di kepala mereka. Membunyikan lesung di depan Istana Presiden. Membangun tenda di PT. Semen Indonesia. Melawan kehendak aparat Negara untuk segera minggir. Dipukuli aparat Negara. Hingga dilempar ke semak-semak.

 

Jika, ratusan tahun lalu hak bersekolah Kartini 'terpasung' oleh pingitan, kini sembilan reinkarnasi kartini terpaksa memasung kedua kaki masing-masing dengan kayu dan semen, tanda penolakan keras terhadap pembangunan pabrik semen yang dampaknya tak main-main terhadap lingkungan dan penghidupan di masa mendatang.

 

Berabad lalu, Kartini kerap merindukan bebasnya hak pendidikan bagi perempuan. Di abad ini, sembilan kartini Kendeng menunggu pemerintah mau mendengar keluh kesah dan kecemasan-kecemasan mereka. Dua hari satu malam mereka memasung kaki.

 

Keesokan hari, Rabu (13/4) ketika Jokowi berjanji hendak menemui mereka, akhirnya mereka mau melepaskan belenggu semen yang memasung kaki. Air mata menetes dari perempuan-perempuan perkasa itu ketika pasung semen dilepaskan dari kaki mereka. Dan pelangi muncul seusai hujan sore itu, menghadiahi perjuangan mereka yang hingga hari ini masih disemogakan dapat berakhir seindah senja yang berpelangi.

 

Seorang perempuan, bukan hanya seorang perempuan. Mereka manusia yang memiliki hak-hak dasar sebagai manusia. Manusia yang bisa berpikir, manusia yang bisa bersuara, manusia yang mampu berjuang. Namun mereka tetap seorang perempuan, yang lembut, penuh kasih, dan sayang. Sesuai kodrat sebagai perempuan, yang sama haknya sebagai manusia. Selamat Hari Kartini, Perempuan Indonesia.

Hadiah Kaum Marjinal Untuk Ulang TahunKemerdekaan Indonesia

Posted by himajuriisip on September 1, 2013 at 10:45 AM Comments comments (0)

"Berlari tanpa beban, mencintai tanpa alasan!" kami cinta INDONESIA, tanpa Stigma Diskriminasi!

Hadiah spesial untuk memperingati hari kemerdekaan Indonesiadari kaum marjinal yang sukses keluar sebagai juara delapan dalam ajang kompetisiHomeless World Cup 2013 di Poznan, Polandia. HWC adalah ajang “street soccer”yang diikuti oleh berbagai Negara dengan pemain terdiri dari kaumtermarjinalkan atau terpinggirkan dari masyarakat seperti penderita HIV/AIDSdan tunawisma atau gelandangan. Pada kejuaraan tahun ini Indonesia diperkuat olehdelapan pemain yaitu Ujang Yakub, I Wayan Arya Renawa, Ahmad Faizin, DimasSaputra Ramadhan, Mifta Sano Sudrajat, Riki Irawan, Nico Pernando, dan Sendi.

Prestasi timnas di ajang HWC terbilang menurun sebab ditahun lalu Indonesia mampu meraih peringkat empat setelah dikalahkan Brazil disemifinal. Meskihanya di posisi delapan, menurut pelatih Timnas Homeless Indonesia, BonsuHasibuan, prestasi mereka pantas untuk diapresiasi, terlebih Indonesia menjaditim Asia yang cukup konsisten dalam menjalani pertandingan sehingga mampumenjadi satu-satunya wakil asia yang menembus babak delapan besar kompetisi"street soccer" internasional itu.

Di awal kompetisi skuat merah putih mampu menggilas Skotlandia dengan skor 6-4, kemudian menelan kekalahan atas Argentina melaluiadu pinalti. Setelah kekalahan itu skuat garuda seolah mengamuk, dipertandingan berikutnya timnas menggilas Wales dengan skor 12-2, India 9-2, Lithuania9-3, Costa Rica 10-5, Itali 10-2. Di perempat final skuat garuda berhasilditaklukan oleh sang juara bertahan Chili dengan skor 12-3 dan kembali tumbang5-2 ketika menghadapi Portugal dalam semifinal kedua untuk memperebutkan posisi5. Belum selesai, akibat kekalahan dari Portugal, skuat garuda yang diasuh olehBonsu Hasibuan ini harus melakoni laga terakhir melawan Rumania dalam perburuanposisi tujuh dan delapan. Namun sang Dewi Fortuna belum lagi berpihak kepadamereka, Rumania mampu meredam Indonesia melalui adu penalti setelah bermainimbang 6-6. Alhasil, Indonesia hanya bisa berada di posisi 8 dunia dalam ajangHWC 2013.

"Mohon maaf kami belum mampu berikan gelarjuara, namun bagi kami #TeamIndonesia, hasil ini sudah lebih dari cukup dansemoga #teamIndonesia dapat memaknai sepakbola seutuhnya sebagaimana pesan darikompetisi ini , football for change!", tulis tim Indonesia di akun Twitter mereka, @RumahCemara. (DAN)

Incubus Konser di Jakarta

Posted by himajuriisip on March 5, 2013 at 2:55 PM Comments comments (0)

27 Juli 2011



Baru-baru ini Indonesia kedatangan band rock asal Amerika Serikat, Incubus tampil di Jakarta, di Istora Senayan, Selasa (26/07/2011)malam. Tampil selama kurang lebih 75 menit, membawakan 17 lagu dengan mulus,tanpa kesalahan teknis dengan vokal BrandonBoyd yang prima.

Konser diawali penampilan bandpembuka, Good Morning Alice yangmenyanyikan enam buah lagu. Baru tepat pukul 21.00 WIB, Incubus memulai konserdengan membawakan lagu Megalomaniac sebagai pembuka, lagu bermuatanpolitis yang menjadi protes band berasal dari California itu terhadap kebijakanperang mantan Presiden AS George Bush.

Sambutan meriah diterima Incubus lewatlagu keduanya Wish You Were Here yang memang dikenal baik penggemarnyadi Indonesia, saking meriahnya sehingga vokalis Brandon Boyd membiarkan penonton menyanyikan liriknya beberapakali.

Tur dunia Incubus kali ini dalamrangkaian promo tur album terbarunya If Not Now, When? yang baru dirilispada 12 Juli2011.

Tanpa jeda, Incubus membawakan laguhitsnya baik dari album terakhirnya maupun album-album terdahulu. Alhasil,penggemarnya dapat menikmati lagu-lagu seperti Promises, Drive, PardonMe, The Warmth, Anna Molly, Consequence dan LoveHurts.

"Apa kabar kalian? Sudahterlalu lama kami tidak bertemu kalian. Terima kasih telah datang lagi,"kata Boyd yang malam itumengenakan baju kaos putih bertuliskan Make Believe Not War sebagaipesan kepada penggemarnya yang dilapisi kemeja hitam.

Incubus memang sempat vakum hinggadua tahun setelah mengeluarkan albumnya Light Grenade (2008). Band yangberanggotakan Brandon Boyd(vokalis), Mike Eizinger(lead-guitarist), Jose Pasillas(drummer), DJ Chris Kilmore(keyboardist dan turntables), dan BenKenney (bassist) sebelumnya pernah menggelar konser di Jakarta pada2008.

Direktur Showmaxx Entertainmentsebagai promotor mendatangkan Incubus ke Jakarta, Sherwin Djajadi, mengatakan,rangkaian konser dunia Incubus 2011 dalam rangka mempromosikan album barumereka itu dimulai di Asia Tenggara dan Indonesia termasuk salah satu tempatyang disinggahi.

"Jadi ini cukup membanggakankita penggemar mereka di Indonesia, bahwa kita termasuk negara-negara awal yangmereka kunjungi dari rangkaian tur mereka," katanya.

Saat menutup konser dengan senyum, Brandon dan personel Incubus lainnyakembali ke panggung lima menit kemudian atas permintaan penonton yang terus'meminta lebih' dari mereka.

Namun setelah membawakan dua lagutermasuk salah hits dari album Morning View berjudul Nice To Know You,akhirnya Incubus benar-benar meninggalkan panggung dan membekaskan kenanganmanis penggemarnya di Jakarta.

(CRK)

 

Komunikasi Mutakhir Tawaran Inmrasat

Posted by himajuriisip on March 5, 2013 at 2:40 PM Comments comments (0)

20 MARET 2012



Semakin hari semakin canggih, inilah yang kita rasakan padakondisi  saat ini, bagaimana tidakseiring dengan berkembang pesatnya dunia tekhnologi semakin banyak pulabermunculan alat-alat komunikasi yang serba praktis dan canggih. Telepon yangmampu berbincang tanpa perantara di seberang benua ini akan di pasarkan duatahun lagi, jadi bagi anda yang berharap ingin memilikinnya bersabar sejenak.

Komunikasi mutakhir tawaran Inmarsat (International MaritimeSatellite). "Ini yang pertama di dunia," kata Keith Thacker, manajerumum Divisi Maritim Inmersat, dalam konferensi pers di Jakarta pekan lalu.

Produk telepon baru ini kini telah siap masuk pasaran. Setiap satuantelepon ini disebut terminal, yang dikemas mirip tas eksekutif. Kalau tas itudibuka, isinya pesawat telepon, kotak perkakas elektronik, dan antena yangberbentuk lembaran pelat yang bisa dilipat. Antena itu berfungsi sebagaipengirim sekaligus penerima gelombang dari satelit. Harganya US$ 10-15 ribuatau Rp 20-30 juta. Tapi Thacker menjanjikan, akan muncul terminal baru berupatelepon genggam yang lebih murah dan praktis.

Terminal Inmarsat ini, baik yang model tas maupun genggam, tak cumauntuk komunikasi lisan. Kalau dihubungkan dengan mesin faksimile, dia bisamengirimkan teks serta gambar. Bila dibutuhkan, kata Thacker, terminal Inmarsatini siap pula melayani hubungan antarkomputer, cara berkomunikasi yang kinijamak dilakukan orang modern.

Keith Thacker menyebut sistem baru ini sebagai paket "M"Inmarsat. Dalam bisnis ini, Inmarsat sebagai penyelenggaranya. Modal utamanyaberupa empat buah satelit geostasioner 36.000 km di atas bumi, dua di atasAtlantik, dua yang lain di atas Pasifik dan Samudra India.

Terminalnya bisa bermacam merek. Sebab, ada 15 industri yang kinimenjadi rekan Inmarsat. Thacker menganggap telepon paket M itu cocok digunakandi tempat terpencil seperti pertambangan, anjungan minyak lepas pantai, ataudaerah pedalaman. Namun, sasaran utamanya adalah orangorang bepergian sepertipara eksekutif, wartawan, sopir truk raksasa antarnegara, dan pemilik kapalpesiar.

 Keunggulan telepon paket Mitu, menurut Thacker, ada pada sifatnya yang mobil, mudah dibawa ke manamana.Dia bisa dibawa dalam mobil, kereta api, atau kapal laut, karena tak memerlukanantena besar.

Di Indonesia, paging jasa panggilan lewat pesawat radio sebesarbungkus rokok sudah lama dikenal. Panggilan itu dikirim lewat telepon ke kantorpengelola jasanya, dan operator meneruskan lewat gelombang radio. Hasilnya,bunyi "tuttuut" nyaring di pesawat, dan pesan ringkas tertulis dilayar kecilnya. Jasa yang ditawarkan Inmarsat kurang lebih sama, Yang berbedacuma skalanya. "Paging Inmarsat berlaku global, di seluruh dunia,"ujar Thacker. Orang di Jakarta bisa mempaging kawannya di Mesir atau di Kanada."Sebab, panggilan itu disampaikan lewat satelit," tambah Thacker.

(CRK/Tempo)

 

Apa Kabar Mahasiswa Indonesia

Posted by himajuriisip on March 5, 2013 at 2:30 PM Comments comments (0)

11 OKTOBER 2011


Tahun terusberganti. Periode terus berputar. Globalisasi semakin meluas. Pekerjaan semakin bervariatif. Apa kabar mahasiswa Indonesia?

Menurut Ridarmin S.Kom, M.Kom, secara umum mahasiswa memiliki tigaperanan penting dalam pembangunan negara, yaitu sebagai penyampai kebenaran(agent of social control), sebagai agen perubahan (agent of change), dansebagai generasi penerus masa depan (iron stock).

 

Hal ini secara eksplisit direalisasikan oleh mahasiswaIndonesia yang secara aktif mengawasi, mendukung, memberi saran danmelaksanakan program-program pembangunan Negara dalam berbagai aspek. Kita pasti ingat akan aksi mahasiswayang menuntut tiga tuntutan rakyat (Tritura) pada tahun 1974 dan satu yangpaling besar, yakni ketika pada tahun 1998 mahasiswa berhasil “meruntuhkan”rezim orang yang paling berkuasa di Indonesia selama 32 tahun

 

Jika dirunut ke tahun-tahun belakang sebelum dan sesudah masa reformasi, suaramahasiswa selalu terdengar untuk membela kesejahteraan rakyat kecil.Namun kinimahasiswa Indonesia kurang peka terhadap berbagai isu dan kebijakan yangmuncul, terutama yang menyangkut kesejahteraan rakyat.

            Mahasiswa yang makin beragam setiap tahunnya telahmemberikan gambaran perbedaan yang signifikan jika dibandingkan denganmahasiswa pada zaman reformasi. Jika dulu mahasiswa dianggap sebagai ikonpemberontak, namun beda halnya dengan yang terjadi sekarang. Mahasiswa tidaklahlagi dianggap sebagai “musuh dalam selimut” oleh pemerintah.

Demo dan berbagai aksi kerapdilakukan oleh mahasiswa Indonesia pada jaman dahulu, Namun sekarang, aktifitasyang sering dikonotasikan negatif itu semakin jarang dilakukan oleh mahasiswa.Tak dapat dipungkiri, masih banyak demo yang terjadi disana-sini, yangdilakukan oleh mahasiswa, tapi tidak se-massivedan sebanyak jika dibandingkan dengan yang dulu. Entah karena memang kebijakandari pihak kampus atau dari diri mahasiswanya sendiri yang menghindar untukmelakukan tindak anarkis semacam demo.

            Bukan maksud untuk mengatakan bahwa peran mahasiswaIndonesia sebagai salah satu komponen pembangun negara telah hilang, namun sayamelihat justru disini perannya kian beragam. Terbukti dengan berkurangnya demoanarkis yang terjadi dan bertambahnya prestasi mahasiswa Indonesia di dalam danluar negri. selain itu, banyaknya pemuda Indonesia yang melanjutkan sekolah keluar negeri mengindikasikan bahwa semakin majunya pemikiran pemuda/i(mahasiswa/i) Indonesia dalam pengembangan diri dan negara. Tugas mahasiswasebagai komponen pembangun bangsa tidak hanya terlihat di dalam negeri, tapijuga di luar negeri.

            Pemikiran-pemikiran cerdas yang datang dari kalanganmahasiswa telah banyak menunjukkan bahwa peran mahasiswa Indonesia bukan hanyasekedar “tukang demo” tapi juga sebagai penyampai kebenaran (agent of socialcontrol), agen perubahan (agent of change), dan generasi penerus masa depan(iron stock).yang baik. Hal ini tentu secara perlahan mengubah citra negatifmahasiswa Indonesia.

jikadirefleksikan lagi ke dalam diri kita masing-masing, apakah yang kita lakukansebagai mahasiswa Indonesia sudah benar? Apakah kita sudah menjadi agen yangbaik bagi pembangunan bangsa?

(nad)

 

MENELUSURI LEBIH JAUH TENTANG IMIKI

Posted by himajuriisip on March 5, 2013 at 2:15 PM Comments comments (0)

13 Februari 2012


Mungkinsebagian temen-temen masih banyak yang belum mengetahui apa itu Ikatan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Indonesia (IMIKI), disini kita akan menelusuri lebihjauh mengenai IMIKI.

IkatanMahasiswa Ilmu Komunikasi Indonesia, merupakan suatu organisasi yang diperuntukan bagi mahasiswa fakultas atau jurusan ilmu komunikasi diseluruh Indonesia, yang memberikan ruang atau wadah bagi anggotanya untuk menjalin silaturahmi pada umumya, serta saling berbagi pengetahuan ilmu komunikasi.

Dalam perjalannya, IMIKI sendiri mengalami beberapa tahapan yang cukup panjang,hingga pada akhirnya tanggal 1 september 1998 ditetapkan sebagai kelahiranIkatan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Indonesia (IMIKI).

IMIKI terbagi kedalam beberapa Wilayah, yang pertama Wilayah I meliputiSumatera, Wilayah II DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Wilayah III Jawa Tengah,DI Yogyakarta, dan Kalimantan, Wilayah IV Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara, dan Wilayah V Sulawesi, Papua, Maluku. “Dalam bidangnya pergerakan IMIKIsendiri adalah semi profesional” ujar Fiola Ariyani selaku ketua IMIKI wilayah II, ditemui tim Eleven dalam acara seminar dan gathering IMIKI di UniversitasBakrie, Senin (13/2).

Dalam agendanya IMIKI memiliki kegiatan rutin yakni kunjungan kekampus-kampus (Roadshow), guna memperkenalkan IMIKI serta mengajak teman-teman untuk bergabung bersama. Tidak hanya eksis di dalam kampus, temen-temen di IMIKI juga sering melakukan kegiatan diskusi atau sekedar kumpul-kumpul di luar kampus, tujuannya demi menjaga silaturahmi, dan secara otomatis temen-temen akan mengenal lebih jauh antara anggota satu dengan yang lainnya.

“Buat temen-temen yang ingin bergabung menjadi anggota IMIKI khususnya wilayah IItidak ada ketentuan khusus untuk menjadi keanggotaan, temen-temen cukup mengikuti kegiatan IMIKI (aktif) secara langsung temen-temen sudah menjadi anggota dari IMKI itu sendiri” tegas Ola sapaan akrabnya.

Bagi anggota IMIKI yang baru bergabung, akan di berikan kartu anggota sebagai legalitas keanggotaan, dan tiap-tiap kampus yang baru bergabung akan di berikan sertifikat. Di wilayah II sendiri sudah banyak yang bergabung bersama IMIKI yakni Universitas Indonesia, Universitas Budi Luhur, Universitas Nasional,Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jakarta dan masih banyak lagikampus-kampus yang telah bergabung bersama IMIKI.

“jadi buattemen-temen ilmu komunikasi tunggu apalagi mari bergabung bersama IMIKI, dengan bergabung kalian bisa saling berdiskusi dengan temen-temen se-Nusantara (tingkatanNasional), Ola menambahkan semoga  IMIKI wilayah II bisa lebih menonjol, dan mengharapkan antusias dari temen-temen mahasiswa yangtelah  bergabung bersama IMIKI.

(CRK/AMO)

 

Dewan Pers Menetapkan IISIP Sebagai Penguji Standar Kompetensi Wartawan

Posted by himajuriisip on March 5, 2013 at 1:00 PM Comments comments (0)

18 Desember 2012


Kampus tercinta Institut Ilmu Sosial danIlmu Politik  (IISIP) Jakarta siap untukmenguji Standar Kompetensi Wartawan (SKW), setelah di percaya menjadi satu dari tiga perguruan tinggi di Jakartaoleh Dewan Pers.

JAKARTA- KetuaDewan Pers Prof. Dr. Bagir Manan menyerahkan sertifikat lembaga pengujikompetensi wartawan yang bertepatan dengan acara peringatan kelahiran (DiesNatalies) IISIP Jakarta  di AuditoriumKampus Tercinta, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa 18 Desember 2012.

Dalam acaratersebut Ketua Komisi Hukum dan Perundang-Undangan Dewan Pers, Wina Armada Sukardimenyebutkan, ada empat lembaga yang dapat menguji kompetensi wartawan Indonesia"Pertama organisasi wartawan, kedua perusahaan pers, ketiga lembaga pendidikandan pelatihan wartawan, dan Perguruan Tinggi," ujarnya.

Penetapan IISIPJakarta sebagai lembaga penguji kompetensi wartawan  melalui berbagai tahapan, pertama melaluiverifikasi pada 5 Desember 2012, setelah di verifikasi Dewan Pers memutuskanIISIP siap untuk menjadi lembaga penguji kompetensi wartawan pada 13 Desember2012.

"IISIPJakarta merupakan perguruan tinggi kedua setelah Universitas Indonesia (UI)yang menjadi lembaga penguji kompetensi wartawan Indonesia. Harinya sama, hanyabeda beberapa jam saja," papar Wina.

Winamenjelaskan, salah satu kriteria selain syarat-syarat formal adalah tradisipanjang mengenai bidang jurnalistik di perguruan tinggi tersebut. "Adaperguruan tinggi lain yang secara kurikulum (akademik) jurnalistiknya sudahsesuai standarisasi yang ditetapkan. Namun, ketika dilihat tradisi civitasacademikanya di bidang jurnalistik ternyata masih kurang," ungkapnya.

Rektor IISIP Dr.Ir. Maslina W. Hutasuhut menyatakan terima kasihnya atas kepercayaan yangdiberikan Dewan Pers dengan menunjuk IISIP sebagai  Lembaga  Penguji  Kompetensi  Wartawan Indonesia.

Dia menuturkan untukmencetak mahasiswa yang kelak menjadi jurnalis mumpuni bukanlah hal mudah."Mendidik mahasiswa menjadi wartawan yang unggul bukan perkara mudah.Tidak hanya dari segi kemampuan atau kompetensi sebagai wartawan tapi jugaetika," tuturnya.

Setelah IISIPdipercaya menjadi Lembaga Penguji Kompetensi Wartawan , Maslina berharap paraDosen yang terpilih sebagai penguji mampu menjalankan amanah dengan baik dan bertanggungjawab. Pihakkampus telah menunjuk saya juga dua orang, diantaranya Gantyo Koespradono(Media Indonesia) dan Dedet Rohullah Bur sebagai penguji . “Sebuah kepercayaan  yang menurut saya,layak untuk dihargai dan dipertanggung jawabkan” ungkapnya.

Kami telahberkomitmen untuk tegas dan  tidakmengecewakan Dewan Pers yang telah memberikan amanah kepada kami dalammelakukan uji kompetensi wartawan Indonesia. “Kami tidak ingin IISIP sebagailembaga stempel yang memberikan sertifikat yang menyatakan seorang wartawantelah teruji kompetensinya dengan mudah, kalau memang belum kompeten maka tidakakan meluluskan” urainya

 

GantyoKoespradono salah satu dosen penguji menuliskan pada blognya,pers telah menjadi industri dan informasi yang terbuka lebar. Praktis tanpabatas. Siapa pun bisa dengan gampang mengklaim dirinya sebagai wartawan atau pewartatatkala yang bersangkutan telah bekerja di perusahaan yang memproduksi beritadan informasi

“Puntak bisa dipungkiri stigma wartawan sebagai ‘pahlawan’ kebebasan kebebasanmasih begitu kuat di masyarakat dan tak urung membuat para pekerja pers,terutama wartawan menjadi sombong dan kemudian ‘memproklamasikan’ kebebasanyang dimilikinya tanpa batas” tulis Gantyo pada blognya.

 

Pada kesempatanini (acara) Prof. Dr. Bagair Manan juga memberikan kuliah pakar tamu yang dihadiri mahasiswa IISIP Jakarta.

(CRK)

Sumber: Blog Pak Gantyo

 


 

Tombak Penggali Batu KuningPuncak Welirang

Posted by himajuriisip on March 5, 2013 at 12:50 PM Comments comments (0)

 

Hanya berbekal linggis, karung, dan gerobak mini tidak membuat para petani belerang di Kabupaten Pasuruan, Tretes, Jawa Timur lantasmenyerah. Demi menghidupi keluarga, mereka rela mengorbankan nyawa, menembus kepulan asap tebal yang dimuntahkan si penguasa dataran alam Welirang.

Dimulai dengan gubuk mungil dan sederhana yang berada di pos pondokan, para petani ini satu persatu bergegas meninggalkan gubuk hangat mereka, tanjakan terjal di disertai debupun sudah siap menghadang setiap ayunan langkah kaki kecil mereka.

Kurang lebih 20-30 orang petani setiap harinya datang untuk mengambil bongkahan belerang di atap Welirang. Hanya dengan memakai penutup mulut sederhana para petani ini berjuang.

Sularno (50) merupakan salahsatu dari beberapa petani yang mencari penghasilan di puncak Gunung Welirang.

Kurang lebih 30 kawah yangaktif siap menyambut Sularno, kilauan batu kuning tujuannya.

Kepulan asap pekat sudah menjadi makanan sehari-hari baginya, walaupun kondisinya sudah lanjut Sularno tetap gigih tak kalah dengan para petani yang masih muda.

Dengan mata linggis yang tajamia memecah satu persatu belerang dan mengumpulkannya ke dalam karung, setelah terkumpul rapi, dengan gerobak sederhananya ia membawa turun hasil galiannya, kurang lebih 50-70 kilogram belerang dibawa turun menuju pos pondokan untuk ditimbang dan siap untuk di jual.

Hampir setiap hari Sularno melakukan pekerjaannya, jauh dari keluarga mengharuskan mereka membawa perbekalan makanan guna mencukupi kebutuhan mereka selama 5 hari di pondokan,"saya membawa perbekalan yang cukup selama 5 hari, tapi jika perbekalansaya kurang, saya akan turun lagi untuk mengambil bekal". Ujar Sularno kepada wartawan Mata Angin disela-sela iya beristrahat di pondokan.

Dalam satu minggu para petaniini mampu mendapatkan uang 300-450 ribu rupiah, dengan penghasilan ini Sularnodapat membiayai keliama anak dan istrinya, "saya sangat bersyukur akannikmat tuhan yang di berikan kepada keluarga saya", ujar nya.

Para penambang di puncak  Gunung Welirang ini sudah ada sejak zaman VOCBelanda, dan turun temurun menjadi mata pencarian masyarakat. "Pekerjaanini merupakan peninggalan dari orang tua kami, dan akan kami turunkan ke padaanak dan cucu kami". Tambah Sularno

(CRK)


Rss_feed